Profil
· Profil Panti
· Visi dan Misi
· Struktur Organisasi

Menu Utama
· Depan
· Akun Anda
· Arsip Berita
· Downloads
· Gallery
· Kirim Berita
· Kontak
· Search
· Top 10
· Topics
· Web Links

Pencarian



Login
Nama Login

Password

Daftar
Lupa Password.

Profil

Profil Panti
Profile Panti



SEJARAH:

Panti Sosial Bina Rungu Wicara Efata Kupang berdiri pada tanggal 9 Februari 1994 berdasarkan SK. Menteri Sosial RI. No. 14/KEP/IV/1994 dan menjadi Kepala Pantinya adalah Pranciska Patty, Sm.Hum. dia memimoian dari tahun 1994 sampai dengan tahun 2003, selanjutnya tahun 2003 sampai dengan tahun 2007 dipimpin oleh Drs. Sumarto dan tahun 2007 sampai tahun 2008 dipimpin oleh Dra. Nirmawati, dipertengahan tahun 2008 pucuk pimpinan diganti oleh Drs. Sinar Sebayang, MM hingga sekarang.

Struktur Organisasi PSBRW "Efata" Kupang sejak tahun 1994 sampai dengan saat ini sudah mengalami perubahan SK. Menteri Sosial RI No. 22 / HUK / KEP / 1995 menetapkan tipe A (Eselon III / B) dengan kapasitas daya tampung 75 orang kelayan. pada tahun 2003 dengan dikeluarkannya SK. Menteri Sosial RI. maka PSBRW "Efata" Kupang ditetapkan statusnya menjadi Eselon III/A yang membawahi 3 (tiga) orang Eselon IV/A dan sejumlah Pekerja Sosial Fungsional dengan kapasitas tampung menjadi 100 orang kelayan.

Latar Belakang

PSBRW "Efata" Kupang adalah satu - satunya Panti Sosial Bina Rungu Wicara yang ada diwilayah Indonesia Bagian Timur, karena itu jangkauan adalah meliputi NTT, NTB, Sullawesi, Maluku dan Papua.

UU No 4 Tahun 1997 Tentang Penyandang cacat dan PP RI No 43 Tahun 1998 ttg Upaya peningkatan Kesejahteraan Sosial Penyandang cacat. Menyebutkan bahwa penyandang cacat adlh setiap orang yang mempunyai kelainan fisik dan / atau mental, yang dapat mengganggu atau merupakan rintangan  dan hambatan baginya utk melakukan kegiatan secara layak.
Penyandang Cacat Rungu Wicara  atau seseorang yang menurut ilmu kedokteran  dinyatakan mempunyai kelainan atau gangguan  pada alat pendengaran dan bicara, sehingga tidak dapat melakukan komunikasi secara wajar




Penyandang cacat Rungu Wicara secara nasional menurut SUSENAS BPS Tahun 2003 berjumlah 293.904 jiwa. Sedangkan di Provinsi NTT menurut data pada Dinas Sosial tk I terdapat 5.160 orang penyandang cacat Rungu wicara. Melalui pendekatan awal yang dilaksanakan PSBRW tahun 2010 di 40 desa pada 20 Kab/kota  teridentifikasi 400 orang penca rungu wicara dan setelah dilakukan seleksi sesuai persyaratan masuk panti, terdapat 120 orang penca rungu wicara yang memenuhi syarat.

Penyandang cacat rungu wicara sebagai warga negara mempunyai kedudukan, hak, kewajiban dan peran yang sama dengan warga negara Indonesia lainnya di segala aspek kehidupan dan penghidupan Untuk mewujudkannya diperlukan sarana dan upaya yang lebih memadai, terencana, terpadu dan berkesinambungan untuk meningkatkan keberfungsian sosial, kemandirian dan kesejahteraan sosial penyandang cacat rungu wicara










[ Kembali ]